OGAN ILIR, JURNAL SUMATRA – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Ogan Ilir di kancah pelestarian budaya nasional. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berhasil memborong 4 Penghargaan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Tahun 2026 dari Kementerian Hukum dan HAM RI.
Piagam bergengsi tersebut diserahkan dalam kegiatan Sosialisasi Kekayaan Intelektual yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (8/10/2026) di Ruang Rapat Utama Pemkab Ogan Ilir.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sumatera Selatan sebagai narasumber utama.
Membuka kegiatan mewakili Bupati Ogan Ilir, Plt. Asisten I Setda Ogan Ilir, Ibnu Hardi, S.Sos., M.Si menyampaikan pesan tegas Bupati.
“Kita jangan hanya jadi penonton, tapi teruslah berinovasi mengembangkan buah pikiran dalam bentuk karya yang bisa bermanfaat secara berkelanjutan,” tegas Ibnu membacakan arahan Bupati.
Pesan tersebut menjadi pemicu semangat untuk terus melindungi kekayaan intelektual daerah agar tidak diklaim pihak lain.
4 Warisan Ogan Ilir Resmi Diakui Negara.
Pada puncak acara, diserahkan piagam penghargaan KIK 2026 untuk kategori Ekspresi Budaya Tradisional. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir sukses meraih 4 penghargaan sekaligus, yakni: Kesenian Dul Muluk Ogan Ilir, Tradisi Beinai, Tradisi Ngantung Buai, Tradisi Lelang Kue.
Piagam penghargaan diterima oleh Kepala Disdikbud Ogan Ilir yang diwakili Plt. Kabid Kebudayaan, Prayoga Putra Utama, S.Pd., M.A.P.
Secara terpisah, Kepala Disdikbud Ogan Ilir, Sayadi, S.Sos., M.Si mengaku bangga. Dengan tambahan 4 penghargaan ini, total Disdikbud Ogan Ilir telah mengoleksi 10 penghargaan KIK dari tahun-tahun sebelumnya.
“Terima kasih kepada para pelaku budaya, maestro, tokoh masyarakat, komunitas, pemerintah desa/kelurahan, dan seluruh pihak yang selama ini terus menjaga tradisi dan kebudayaan Ogan Ilir,” ujar Sayadi.
Ia menegaskan, penghargaan ini bukan milik pemerintah semata.
“Karena sejatinya, penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah. Ini adalah penghargaan untuk masyarakat Ogan Ilir yang selama puluhan bahkan ratusan tahun telah menjaga warisan leluhurnya. Mari terus rawat, dokumentasikan, lindungi, dan wariskan. Budaya kita adalah identitas kita, identitas Kabupaten Ogan Ilir,” pungkasnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa Ogan Ilir bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tapi juga kaya akan warisan budaya yang diakui negara. (van)










Komentar