LAHAT, JURNAL SUMATRA – Setelah kondisi jalan nasional di Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, yang telah dikupas tetapi lama tidak ditutup kembali dengan aspal menjadi sorotan di media sosial, pihak penyedia jasa, PT KMK, akhirnya menyambangi warga yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut dan memberikan santunan serta menyampaikan permintaan maaf.
Pada Rabu (14/10/2026), YLKI Lahat Raya bersama pihak terkait melakukan peninjauan lokasi jalan yang menjadi perhatian masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan PT KMK didampingi perwakilan Balai Jalan Nasional Sumatera Selatan juga mendatangi rumah warga yang terdampak.
Berdasarkan informasi yang diterima YLKI Lahat Raya, terdapat tiga warga yang dilaporkan mengalami kecelakaan di lokasi tersebut, yakni Harumi, warga Desa Endikat Ilir, serta Yupi dan Nurma, warga Desa Darmo.
Peristiwa ini menjadi perhatian setelah kondisi jalan ramai diperbincangkan di media sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, YLKI Lahat Raya membuka pengaduan masyarakat untuk menampung informasi dan keluhan pengguna jalan yang merasa dirugikan.
Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, SH, mengapresiasi langkah PT KMK yang telah mendatangi warga terdampak, memberikan santunan, dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian sejak awal pekerjaan dilaksanakan.
“Kami mengapresiasi langkah penyedia jasa yang sudah mendatangi warga dan memberikan santunan. Bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan, perhatian seperti ini tentu berarti. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kejadian serupa tidak terulang dan tidak ada lagi pengguna jalan yang harus menanggung risiko akibat kondisi jalan yang membahayakan,” ujar Sanderson.
Menurutnya, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa dampak pekerjaan infrastruktur tidak boleh hanya dinilai dari progres fisik pembangunan. Keselamatan, kenyamanan, dan potensi kerugian masyarakat harus menjadi bagian penting dari pengawasan pekerjaan.
“Kami berharap persoalan ini menjadi evaluasi bersama. Jangan sampai masyarakat harus mengalami kecelakaan atau persoalannya viral terlebih dahulu baru mendapatkan perhatian. Pencegahan harus menjadi prioritas, karena keselamatan manusia jauh lebih penting,” tegasnya.
YLKI Lahat Raya berharap pihak penyedia jasa dan instansi yang bertanggung jawab terus melakukan pengawasan terhadap kondisi jalan selama pekerjaan berlangsung, memastikan pengamanan yang memadai, serta menyelesaikan pekerjaan sesuai standar keselamatan.













Komentar