“Pengembangan potensi lokal perlu disertai pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap pembelajaran budidaya anggrek ini menjadi bekal bagi kelompok untuk merawat keanekaragaman hayati sekaligus mengembangkan Bukit Pinteir sebagai ruang edukasi dan ekowisata,” ujar Rusminto.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang menghubungkan pelestarian alam dengan pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 15 tentang Ekosistem Daratan, serta Asta Cita ke-8 mengenai penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan dan alam. Melalui kolaborasi berkelanjutan, pengembangan budidaya anggrek diharapkan memberi manfaat bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat sekitar.













Komentar