Pangkalpinang,Jurnal Sumatera — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sharing session dan studi tiru budidaya anggrek di Kebun Raya Tuatunu, Pangkalpinang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan mini garden anggrek di kawasan Bukit Pinteir yang dikelola Kelompok Ekowisata Dul Bukit Be’tuah (EDUBINA), sekaligus memperkaya potensi wisata berbasis lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, anggota kelompok mempelajari berbagai jenis anggrek, teknik perbanyakan bibit, serta cara penanaman dan perawatan tanaman. Bersama narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang dan Kebun Raya Tuatunu, peserta juga mengikuti praktik langsung perbanyakan bibit untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan budidaya.
Pengembangan mini garden ini melanjutkan upaya pemberdayaan dan pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan Bukit Pinteir. Sejak Juni 2026, greenhouse berukuran 6 x 2,5 meter telah dikembangkan dengan koleksi 87 tanaman dari 23 spesies anggrek. Sebanyak 22 anggota EDUBINA juga telah mendapatkan pelatihan sebagai bekal pengelolaan kawasan dan pengembangan daya tarik wisata.
Anggota Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Pangkalpinang sekaligus narasumber, Shendyka Fazrin, menyampaikan bahwa pembelajaran budidaya anggrek dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.
“Budidaya anggrek bukan hanya tentang menanam dan merawat tanaman, tetapi juga mengenalkan kekayaan hayati kepada masyarakat. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi wisata edukasi,” ujar Shendyka.
Tuti, Perwakilan Kelompok Kebun Raya Tuatunu menyambut baik kesempatan belajar langsung di Kebun Raya Tuatunu. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan mini garden anggrek di Bukit Pinteir.
“Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami cara memperbanyak dan merawat anggrek dengan baik. Ilmu yang kami dapatkan akan menjadi bekal untuk mengembangkan mini garden agar semakin menarik dan dapat menjadi tempat belajar tentang lingkungan bagi masyarakat maupun pengunjung,” ungkap perwakilan kelompok.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa kolaborasi antarfasilitas Pertamina dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.












Komentar