PAGARALAM, JURNAL SUMATRA – Ketua AMKI (Asosiasi Media Konvergensi Indonesia) Pagaralam Boy Arcan Jum’at (12/6/2026), meminta Polres Pagaralam segera mengungkap dugaan korupsi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang sedang dilakukan penyelidikan.
“Publik sudah lama menunggu gebrakan dari pihak pidkor Polres Pagaralam tentang hasil dari penyidikan dugaan korupsi pada Disdikbud dalam bidang kebudayaan, karena menurut info yang kami dapat beberapa orang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. maka dari itu kami AMKI Pagaralam mendukung dan menunggu hasilnya,” ujar boy.
Kapolres Kota Pagaralam AKBP Yanuar Kencana Setia Persada S.ik melalui kanit Pidkor Ipda M. Riduan membenarkan perihal pengusutan dugaan korupsi tersebut.
Menurut beliau semua yang diduga terlibat sudah diperiksa untuk dimintai keterangan, bahkan hari ini kita masih melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang untuk dimintai keterangan
Adapun, masih kata dia, ada 8 kegiatan yang diperiksa dibidang kebudayaan dengan jumlah anggaran senilai Rp.2 milyar untuk anggaran tahun 2023/2024 yang diduga fiktif.
“Untuk SPDP penyidikan sudah kita keluarkan dan ditembuskan ke Polda Sumsel dan Mabes Polri,” tegasnya.
Disinggung untuk penetapan tersangka. Ia mengatakan belum ada tersangka yang pihaknya tetapkan, tapi nanti pasti ada, tunggu saja karena masih proses penyidikan.
Terpisah, Holmin mantan Kadisdikbud Pagaralam mengatakan, memang sudah pernah dirinya dipanggil pihak Polres dan dimintai keterangan, termasuk kabid dan stafnya.(Tim)













Komentar