oleh

Mangkrak Sejak 2023, Warga Desa Banjar Sari Minta Pembangunan Tanggul Dilanjutkan 

LAHAT, JURNAL SUMATRA – Diduga akibat perencanaan tidak matang dan lemahnya pengawasan dinas terkait. Proyek pembangunan tanggul penahan banjir di tepian sungai Lematang Desa Banjar Sari Kecamatan Lahat, tidak rampung pengerjaannya.

Padahal, di tahun 2023 silam, tanggul penahan banjir itu pembangunannya didanai menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Lahat, sebesar Rp.10 miliar, namun berujung tak tuntas dikerjakan lantaran putus kontrak.

Akibat tak selesainya pembangunan, bahkan hingga kini. Masyarakat Desa Banjar Sari Kecamatan Lahat terus dihantui rasa khawatir disaat banjir datang melanda wilayah mereka. Sebab, dari total panjang tanggul sekira 400 meter yang direncanakan, tersisa 150 meter belum tuntas.

Kondisi tersebut, membuat sistem perlindungan terhadap permukiman warga belum tersambung secara utuh. Padahal, luapan Sungai Lematang jadi ancaman serius terutama saat debit air meningkat, warga khawatir celah pada tanggul menjadi titik rawan masuknya air ke permukiman.

Walau tak jauh dari lokasi tanggul yang mangkrak pengerjaannya, Pemkab Lahat kembali bangun tanggul baru dengan panjang 400 meter melalui APBD tahun anggaran 2025, dan proyek itu telah selesai. Namun keberadaannya belum sepenuhnya berikan rasa aman karena bagian tanggul lama masih terputus.

Kepala Desa Banjar Sari, Aldiansyah, mengatakan kondisi tersebut membuat warga cemas, terutama ketika curah hujan tinggi dan debit Sungai Lematang mulai meningkat.

“Kami sangat khawatir. Mangkraknya pembangunan tanggul ini membuat perlindungan di desa kami terputus. Harapan kami tentu agar Pemerintah dapat segera melanjutkan pembangunan ini sebelum bencana benar-benar terjadi,” harap Aldiansyah dibincangi pada Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, pada 2023 lalu Desa Banjar Sari sempat dikepung banjir. Meski ketinggian air saat itu hanya mencapai sekitar lutut orang dewasa, masyarakat khawatir kondisi serupa dapat kembali terjadi dengan intensitas yang lebih besar.

Desakan agar Pemerintah segera menyelesaikan pembangunan tanggul juga disampaikan tokoh masyarakat setempat, Mulyadi, bersama Kepala Dusun Banjar Sari. Mereka berharap persoalan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Terpisah, Kepala Bappeda Kabupaten Lahat, Feriyansyah Eka Putra, S.T., M.M., mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Lahat untuk membahas kondisi tanggul tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lahat, Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T., menjelaskan bahwa proyek pembangunan tanggul atau tembok penahan di Banjar Sari pada 2023 mengalami putus kontrak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed