Ketika ditanya, apa gaya hidup ini akan dia pertahankan hingga pandemi berakhir, Indah mengiyakan karena menurut dia, turun berat badan itu bonus tetapi yang utama sehat.
Gaya hidup sehat Indah juga ternyata membantu ketika ia harus terpapar COVID-19. “Aku penderita asma, Alhamdulillah enggak ada gejala yang berat, hanya ngerasa sendi linu, pilek, dan hilang penciuman. Akhirnya aku bisa isolasi mandiri di rumah yang lebih nyaman dan bisa tetap pola hidup sehat,” kata perempuan yang tinggal di Bekasi itu.
Saat ini, terhitung sudah 13 hari Indah melakukan isolasi mandiri. Dia masih menunggu hasil tes COVID-19 untuk memastikan virus SARS-CoV-2 enyah dari tubuhnya.
Pakar gizi klinik jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. Cut Hafiah mengatakan, saat seseorang sudah bertekad kuat menerapkan diet sehat, pola hidupnya akan lebih sehat dan berat badannya tidak akan naik lagi (jika dia mengalami kelebihan berat badan).
Jadi, walaupun pandemi usai, orang dengan kebiasaan atau gaya hidup sehat, termasuk dalam pola makan, biasanya akan tetap menjalani hidup sehat sebagai habit.
“Pola makan sehat dengan frekuensi makan teratur dan kurus merupakan bonus. Jika saat pandemi bisa mengatur pola makan, mumpung bisa membuat makanan sendiri, berolahraga lebih banyak, nanti setelah tidak pandemi pola makan kita sudah terbentuk,” kata dia.
Ada atau tidak ada pandemi COVID-19, pola hidup sehat jelas sangat banyak manfaatnya, selain buat diri sendiri juga bagi lingkungan, dan itu merupakan investasi besar dalam perjalanan hidup setiap orang karena kesehatan tak ternilai harganya.(anjas)













Komentar