Rais menambahkan, dengan adanya kemudahan untuk membuka lahan kedepannya masyarakat tani mempunyai cadangan untuk masa depan. “Terutama hasil pertanian, seperti padi jagung dan lain-lain, dengan tidak membeli beras dan sayur mayur selama 5-6 bulan masyarakat tani kan dapat mengumpulkan uang. Kedua, setelah pohon karet yang ditanam menjadi besar masyarakat bisa menyadap nya”. Paparnya. (Rafik Elyas)
Petani Dimuba Minta Solusi Untuk Meremajakan Kebun Karet

News Feed
Ketua PWI Muba: Wartawan Bekerja untuk Kepentingan Seluruh Masyarakat, Bukan Kelompok Tertentu
Musi Banyuasin, Sumsel|Rabu, 1 Juli 2026, 20:42
MUBA, JURNAL SUMATRA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Banyuasin, Intan Heldiana Putri geram saat wartawan dikait-kaitkan dengan euforia ilegal Baca Selengkapnya
Pemkab Muba Apresiasi Polres Gelar Doa Lintas Agama, Perkuat Keamanan Daerah
Musi Banyuasin, Sumsel|Selasa, 30 Juni 2026, 20:09
MUBA, JURNAL SUMATRA – Stabilitas keamanan daerah berawal dari persatuan dan kerukunan masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Polres Muba menggelar doa bersama Baca Selengkapnya
Rafik Elyas: Apa Beda Asap Bakar Lahan Pertanian dengan Asap Penyulingan Minyak Ilegal
Musi Banyuasin, Sumsel|Kamis, 25 Juni 2026, 11:46
MUBA, JURNAL SUMATRA – Sulitnya membuka lahan pertanian yang dirasakan petani saat ini menjadi kendala besar bagi petani ladang untuk mendukung program Baca Selengkapnya
Sambut Hari Jadi ke-70, Pemkab Muba Matangkan Berbagai Persiapan
Musi Banyuasin, Sumsel|Selasa, 23 Juni 2026, 18:57
MUBA, JURNAL SUMATRA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai mematangkan persiapan peringatan hari jadi ke-70 Kabupaten Muba tahun 2026. Perayaan tahun Baca Selengkapnya
Sembari Bercanda, Gubernur Sumsel Imbau Masyarakat Agar Berhemat
Musi Banyuasin, Sumsel|Sabtu, 20 Juni 2026, 15:26
MUBA, JURNAL SUMATRA – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) atau Bumi Serasan Sekate merupakan salah satu daerah di Sumatera Selatan dengan sektor pertanian Baca Selengkapnya












Komentar