Dengan kreativitas vlog dan suara jujur mereka, lanjut dia, para pelajar PALI menunjukkan bahwa perang melawan korupsi tidak hanya urusan penegak hukum, tetapi gerakan bersama yang dimulai dari kesadaran generasi muda.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Irwansyah, SPd MSi, memberikan apresiasi tinggi.
“Pendidikan antikorupsi tidak cukup hanya teori. Dengan vlog, siswa belajar berpikir kritis, kreatif, dan memahami bahwa integritas adalah pondasi masa depan,” ujarnya.
Ia menilai kompetisi ini bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembentukan karakter.
“Kami berharap program seperti ini digelar setiap tahun. Ini investasi moral bagi generasi muda PALI.” pungkasnya. (Owen).













Komentar