PAGARALAM, JURNAL SUMATRA – RL, Warga Desa Jambat Akar Kelurahan Jangkar Emas Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam, yang merupakan oknum kontraktor pelaku tindak pidana kekerasan dan penganiayaan terhadap seorang wartawan, akhirnya diamankan Polisi tanpa perlawanan, pada Selasa (9/12/2025) sore.
Kasat Reskrim Polres Pagaralam Iptu Heri Yanto, SE saat dikonfirmasi Rabu (10/12/2025) mengatakan, untuk pelaku penganiayaan sudah kita amankan di Polres.
“Dan pelaku akan disangkakan ancaman pasal 351 soal penganiayaan ujarnya.
Diwartakan sebelumnya, Kipri Herdiansyah (41), wartawan koran Potensi sekaligus bendahara Ikatan Wartawan Oline Indonesia (IWO-I) Kota Pagaralam, menjadi korban tindak kekerasan dan penganiayaan, dilakukan oknum kontraktor berinisial RL,
Insiden dialami korban tersebut, terjadi sekira pukul 17.20 WIB, di depan rumah pelaku, berada di RT.01 RW.01 Desa Jangkar Kelurahan Jangkar Emas Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam, pada Senin (8/12/2025) kemarin.
Sebelum kejadian, awalnya korban di telpon pelaku, agar datang kerumahnya, walaupun korban sempat menolak karena masih ada pekerjaan, pelaku memaksa untuk bertemu hingga akhirnya korban mendatangi rumah pelaku.
Namun malangnya, setiba didepan pintu rumah, pelaku tanpa sepatah kata langsung memukul korban dengan membabi buta. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek di dahi kanan, lebam dahi kiri, luka bibir dan lecet hidung.
Menurut korban Kipri Herdiansyah, pelaku melakukan pemukulan, diduga tersinggung atas adanya pemberitaan yang terbit pada beberapa media online terkait proyek yang dia (Pelaku-red) kerjakan, padahal korban tak ketahui persisnya.
“Sekira pukul 14.33 WIB, Senin (8/12/2025), melalui WhatsApp, pelaku menelpon dan saya jawab lagi sibuk. Kalau kamu ada perlu, silahkan datang ke kantor PU, karena saya sedang disini, atau silahkan sampaikan langsung melalui telpon,” jelas Kipri, Selasa (9/12/2025).
“Pelaku menjawab, pokoknya saya mau ketemu dengan kamu, nanti kamu kerumah saya, ada perlu penting. Lalu saya jawab Insyaallah, kalau sempat saya mampir, lalu telpon saya akhiri,” tambah Kipri.
Masih menurut Korban, sekira pukul 16.47 WIB, pelaku mengirim pesan suara di WhatsApp, dengan kalimat, “Dimana, saya mau ketemu bener dengan kamu atau dimana kamu, saya kesana,” sehingga akhirnya korban pun tergerak menemui.
“Karena merasa tidak enak hati, walaupun pekerjaan belum selesai, saya mengajak Barlian menemui pelaku, setiba depan pintu rumahnya, pelaku keluar dan langsung saya tanya, ada apa mau ketemu, tadi saya masih sibuk, ini juga belum selesai. Tanpa bicara pelaku memukul secara membabi buta,” pungkas korban.













Komentar