Rafik Elyas juga mengatakan, setelah lantai Jembatan tersebut mulai mengalami kerusakan, diri nya langsung berkoordinasi dengan pihak PUPR.
“Ya, alhamdulliah langsung direspon bahkan keesokan harinya, saya diajak oleh tim dari PUPR untuk melakukan kroscek dan sekaligus pengukuran,” ungkapnya.
Lanjutnya, setelah pihak PUPR melakukan pengukuran, ia langsung menghubungi kepala desa Rantau Sialang agar dibuatkan proposal.
“ Dan selesai di buat proposal nya langsung saya antar ke dinas PUPR. Tapi untuk pengerjaannya, memang tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh proses, terutama menunggu pesanan papan, karena kayunya mau di gesek terlebih dahulu,” imbaunya. (Ulandari)













Komentar