YLKI juga mengingatkan bahwa negara tidak boleh terlihat seolah-olah berterima kasih atas pembangunan jembatan tersebut. Sebab yang terjadi sebenarnya adalah pemulihan kerusakan fasilitas publik yang sebelumnya telah roboh.
“Jangan sampai publik dibuat percaya bahwa perusahaan sedang berbuat baik. Faktanya mereka sedang memperbaiki kerusakan yang muncul dari aktivitas mereka sendiri,” tambah Sanderson.
YLKI menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola transportasi tambang batubara di Sumatera Selatan agar infrastruktur publik tidak terus-menerus menjadi korban aktivitas industri tersebut termasuk segera membangun fly over tanpa alasan. (D1N)













Komentar