“Kami ingin kelompok binaan tidak hanya mampu mengelola usaha hidroponik, tetapi juga menjadi penggerak yang dapat berbagi pengetahuan kepada kelompok lainnya. Kolaborasi dengan Universitas Sriwijaya diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus memperluas dampak program pemberdayaan,” ujar Rusminto.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.(****)











Komentar