OKI, JURNAL SUMATRA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Pemerintah Provinsi Sumsel memperkuat transformasi pelayanan publik melalui pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel. Fasilitas berstandar nasional ini diharapkan menjadi tonggak modernisasi pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang lebih cepat, transparan, profesional, dan berbasis teknologi.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung dilakukan langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho di Jalan H. Sarkowi B, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Jumat (7/8/2026).
Gedung tersebut dibangun di atas lahan hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan seluas 20.000 meter persegi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Prototype merupakan bagian dari implementasi transformasi Polri Presisi yang sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik. Selain meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kendaraan bermotor, fasilitas ini juga diharapkan mendukung penguatan basis data kendaraan, implementasi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede menjelaskan, gedung tersebut memiliki luas bangunan 1.844 meter persegi dan dikerjakan oleh PT Trisurya Daya Elektrikal selama 165 hari kalender, terhitung sejak 26 Juni hingga 10 Desember 2026.
“Pembangunan ini dibiayai melalui kolaborasi anggaran Polri dan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.
Selain groundbreaking, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial berupa 20 unit kontainer kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial Polri.
Menurut Robertho, kehadiran gedung baru ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, transparan, dan akuntabel. Modernisasi sistem pelayanan juga diyakini dapat mempersempit ruang praktik pungutan liar sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan perubahan budaya kerja seluruh personel.
“Megahnya infrastruktur ini harus diikuti dengan transformasi sikap, mentalitas, dan kualitas pelayanan dari seluruh personel. Ketulusan dan empati harus menjadi ruh dari setiap pelayanan yang kita berikan, karena juragan kita adalah masyarakat,” tegasnya.











Komentar