OGAN ILIR, JURNAL SUMATRA – Proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Selatan senilai Rp 1,5 Miliar di Kabupaten Ogan Ilir disorot tajam petani.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Wika Karya di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya itu diduga asal jadi dan tidak berfungsi maksimal.
Di saat musim kemarau petani menjerit kesulitan tanam padi, bantuan irigasi yang dijanjikan justru jadi pajangan.
Hal itu diungkapkan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Hijau Desa Sejaro Sakti.
“Pada saat musim kemarau ini, petani mengalami kesulitan tanam padi. Memang ada bantuan JIAT, tapi tidak maksimal. Dalam perencanaan 1 lokasi JIAT bisa mengairi 10 hektar sawah, realita di lapangan jangankan 10 hektar, 1 hektar pun lagi sulit,” keluh salah satu petani kepada JURNAL SUMATRA, Senin (6/10/2026).
Fakta di lapangan lebih miris. Pipa distribusi yang baru dipasang banyak yang bocor, air tidak sampai ke petak sawah.
Akibatnya, petani terpaksa merogoh kocek pribadi jutaan rupiah untuk membuat sumur bor sendiri demi menyelamatkan sawahnya, padahal lokasi sawah mereka tepat di sebelah bantuan JIAT 1,5 M tersebut.
“Pipa distribusi banyak yang bocor. Bahkan saya buat sumur bor dengan dana pribadi untuk pengairan sawah, meskipun dekat dengan lokasi bantuan JIAT,” tegasnya dengan nada kecewa.
Petani Rugi, Proyek Negara Mubazir?
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar. Ke mana larinya anggaran 1,5 miliar? Jika perencanaannya 1 titik JIAT mampu mengairi 10 hektar, kenapa realitanya 1 hektar saja tidak mampu?
Petani mendesak BBWS Sumatera Selatan dan PT Wika Karya sebagai pelaksana proyek untuk turun langsung ke Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya dan bertanggung jawab.
Mereka juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat untuk mengaudit proyek JIAT tersebut. Jangan sampai proyek yang dibiayai uang negara untuk ketahanan pangan justru menjadi ladang bancakan dan menyengsarakan petani.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak BBWS Sumsel dan PT Wika Karya masih dalam upaya konfirmasi. (van)













Komentar