oleh

Gubernur Sumsel dan Bupati OKI Bermalam di Posko Karhutla, Semangati Petugas Pemadam

Desa Jungkal menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla di Kabupaten OKI. Berdasarkan data pemantauan yang disampaikan saat kunjungan, terdapat 47 titik panas (hotspot) dan sembilan titik api (firespot) di wilayah tersebut.

Deru menyebut OKI sebagai salah satu daerah dengan jumlah titik panas dan titik api terbanyak saat ini. Karakteristik geografis OKI yang memiliki kawasan lahan gambut turut meningkatkan kerawanan kebakaran.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, Desa Jungkal masih menghadapi persoalan titik panas dan kepulan asap, terutama di kawasan perbatasan dengan Kecamatan Pangkalan Lampam.

Muchendi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak asap yang ditimbulkan karhutla. Ia memastikan pemerintah kabupaten akan berupaya maksimal untuk menangani kebakaran dan mengurangi dampaknya.

“Saya minta maaf dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi kondisi asap saat ini,” ujar Muchendi.

Upaya pemadaman masih menghadapi kendala operasional. Helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing) belum dapat mengudara akibat jarak pandang yang rendah. Padahal, dukungan pemadaman dari udara diperlukan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Disisi lain, angin yang berembus ke arah utara membawa asap dari wilayah OKI menuju Kota Palembang. Pergerakan asap tersebut memperluas dampak karhutla hingga ke luar wilayah kebakaran dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemerintah bersama petugas gabungan terus berupaya menangani kebakaran sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan selama kondisi kemarau masih berlangsung. (Choe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed