MURATARA, JURNAL SUMATRA – Polemik batas wilayah Suban IV kembali memantik bara panas antara Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Berbagai spekulasi bermunculan di tengah masyarakat, terutama terkait status wilayah Suban IV (Empat) yang dikenal sebagai kawasan strategis blok minyak dan gas. Rabu (25/02/26)
Konflik mengenai wilayah Suban IV bukan persoalan baru. Sengketa ini merupakan persoalan panjang yang sebelumnya melibatkan Pemkab Muba dan Pemkab Musi Rawas, sebelum akhirnya wilayah administratif tersebut masuk dalam cakupan Kabupaten Muratara pasca pemekaran daerah. Namun, hingga kini, isu batas wilayah dinilai belum sepenuhnya reda dan masih menyisakan potensi gesekan.
Situasi semakin memanas setelah salah satu tokoh pemuda Muratara asal Kecamatan Rawas Ilir, Abdul Aziz, menyampaikan peringatan keras melalui komentar di media sosial menggunakan akun pribadinya.
“Sebaiknya Muba jangan otak-atik lagi batas dengan Muratara,” tulisnya singkat namun tegas.
Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian publik dan memicu beragam reaksi. Sejumlah kalangan menilai pernyataan itu mencerminkan keresahan masyarakat Muratara yang tidak ingin wilayahnya kembali dipersoalkan.
Menurut Abdul Aziz, jika polemik batas wilayah terus diusik, bukan tidak mungkin akan memicu “perang politik” bahkan “perang dingin” antar dua kabupaten bertetangga tersebut. Dampaknya, dikhawatirkan akan langsung dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan, baik dari sisi sosial, ekonomi, hingga stabilitas keamanan.
“Jangan sampai masyarakat jadi korban kepentingan elit. Perbatasan ini bukan sekadar garis di peta, tapi menyangkut hak, identitas, dan masa depan daerah,” ujar Abdul Aziz
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kabupaten Musi Banyuasin terkait kembali mencuatnya isu Suban IV tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap kedua pemerintah daerah dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan ini melalui mekanisme hukum dan administrasi yang berlaku, tanpa memicu eskalasi yang berpotensi merugikan warga.
Polemik Suban IV kini kembali menjadi ujian kedewasaan politik dua daerah bersaudara di Sumatera Selatan. Publik menanti langkah bijak para pemangku kebijakan sebelum spekulasi berubah menjadi konflik terbuka.(AkaZzz)













Komentar