LAHAT, JURNAL SUMATRA – Kondisi infrastruktur transportasi di Kabupaten Lahat kini berada dalam status siaga satu menyusul temuan adanya kerusakan ekstrem pada terowongan penopang jalur kereta api yang melintasi Sungai Pait, Desa Gunung Kembang.
Jalur vital yang menjadi urat nadi pengangkutan logistik dan mobilisasi penumpang di Sumatera Selatan tersebut terancam ambruk akibat diduga digerogoti oleh limbah tambang milik PT PAMA, yang kian hari kian menipis.
Menurut pantauan di lokasi, struktur bawah terowongan penopang jalur tidak lagi berpijak pada tanah yang solid, melainkan tampak ‘tergantung’ dengan besi-besi cor yang mencuat keluar akibat hantaman arus sungai dan degradasi lingkungan yang agresif.
Kerusakan struktural ini diduga kuat bukan terjadi secara alami, melainkan dipicu oleh aktivitas pertambangan di wilayah hulu. Aliran limbah batubara dari aktivitas operasional PT PAMA yang merupakan Sub Kontrak PT BA disinyalir telah menyebabkan pendangkalan sungai secara masif.
Akibatnya, pola arus air berubah menjadi lebih destruktif dan secara konsisten mengikis dinding penahan tanah serta pondasi utama terowongan penopang. Dampak dari sedimentasi ini tidak hanya mengancam aset negara, tetapi juga telah merambah ke lahan perkebunan milik warga sekitar yang ikut tergerus dan tertimbun material limbah.
Hal tersebut, disampaikan oleh Mur salah satu pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan area rel kereta api, kekhawatirannya saat melihat lubang besar di bawah pondasi terowongan penopang tersebut, yang kian hari semakin menipis.

“Kondisinya sangat ngeri. Kami takut jika dibiarkan terus, terowongan penopang ini bisa ambruk saat kereta melintas. Kami sangat berharap pihak PT KAI segera turun ke lokasi untuk melihat langsung dan melakukan perbaikan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Mur dengan nada terbata-bata dibincangi pada Sabtu (30/5/2026) kemarin.
Tak pelak kekhawatiran mendalam pria tersebut, juga menyelimuti masyarakat, terutama para pelanggan setia jasa transportasi kereta api.
Jerry (38) warga Kabupaten Lahat salah satu pengguna rutin transportasi kereta api yang sering kali ke Kota Palembang mengatakan bahwa membiarkan kereta melintas di atas pondasi yang keropos adalah bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik.
Oleh karenanya, Ia berharap dapat segera diperbaiki, karena apabila tidak segera dilakukan, risiko kecelakaan besar seperti kereta anjlok atau terowongan penopang runtuh saat jadwal keberangkatan, sangat mungkin terjadi.
Menurutnya, PT KAI harus bertindak tegas dan melakukan audit investigasi untuk memastikan apakah kerusakan ini murni faktor alam atau dampak langsung dari operasional tambang di sekitarnya.













Komentar