Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) , Mgs Syaiful Padli melihat forum ini ingin meluruskan sejarah dimana para ahli sejarah berkumpul disini memberikan gambaran Pulau Kemaro. “ Dan hari ini hasil dari diskusi ini adalah akan melakukan audiensi dengan Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang, saya kira ini jalan yang sangat betul, harus ada proses pengkajian ulang rencana menjadikan Pulau Kemaro sebagai tempat wisata berkonsep Sriwijaya, padahal sejarah dari Pulau Kemaro itu sendiri adalah milik dari Kesultanan Palembang Darussalam, ini yang harus diluruskan,” katanya. Dirinya secara pribadi dan sebagai anggota DPRD Sumsel akan mengawal bagaimana sejarah ini bisa diluruskan kembali kedepannya.(udy)
Sejarah Pulau Kemaro Harus di Luruskan Halaman 2
Sejarah Pulau Kemaro Harus di Luruskan

News Feed
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Optimalisasi Pelayanan Posyandu di Kabupaten Lahat
Palembang, Jurnal Sumatra – Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat terus dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Baca Selengkapnya
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Zero Waste Program
Palembang, jurnal Sumatra — Setiap bungkus makanan, botol plastik, hingga sisa konsumsi yang dihasilkan hari ini akan menentukan seperti apa bumi diwariskan Baca Selengkapnya
Pertamina Berbagi Kebahagiaan dengan 360 Anak Yatim, Dhuafa, dan Sahabat Disabilitas
Palembang, Jurnal Sumatra – Tawa dan senyum anak-anak kembali menghangatkan suasana di berbagai panti asuhan dan yayasan sosial di wilayah Sumatera Bagian Baca Selengkapnya
Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah
Palembang, jurnal Sumatra – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Baca Selengkapnya
Aniaya Warga Palembang, Publik Minta AJ Segera Ditangkap
PALEMBANG, JURNAL SUMATRA – Aksi penganiayaan dilakukan oleh diduga Warga Negara Asing (WNA) terhadap seseorang masyarakat Palembang, terekam video hingga beredar luas Baca Selengkapnya












Komentar