oleh

Tasya Permata Sari, Cahaya dari Ngulak yang Membawa Obor Harapan PEPARPROV V Sumsel

“Tasya ingin bergabung di Pelatnas, mengibarkan bendera merah putih di kejuaraan internasional,” ujarnya mantap.

Sebagai salah satu ikon muda olahraga disabilitas Sumatera Selatan, Tasya tak lupa menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna bagi sesama penyandang disabilitas.

“Tetap semangat, tidak usah malu, dan terus berjuang. Di saat ada kemauan, di situ pasti ada jalan,” katanya penuh semangat.

Malam pembukaan Peparprov Sumsel V bukan sekadar ajang seremonial olahraga. Ia menjadi simbol harapan dan semangat baru bagi ratusan atlet disabilitas yang ingin mengukir prestasi.

Di antara gemerlap lampu malam itu, cahaya obor yang dibawa Tasya seolah menjadi simbol tekad, bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan luar biasa.

Peparprov Sumsel V tahun ini mempertandingkan 13 cabang olahraga, yaitu tenpin bowling, para catur, para renang, para badminton, para panahan, goal ball, voli duduk, anggar kursi roda, para tenis meja, para angkat berat, judo tuna netra, dan para taekwondo.(Ulandari/rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed