MUBA, JURNAL SUMATRA – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) adalah salah satu wilayah di Provinsi Sumsel yang hampir setiap tahun mendapatkan Piala Adipura pada tahun-tahun sebelumnya.
Namun pada tahun 2025 ini, Muba dikabarkan tidak berhasil menyabet Piala Adipura. Hal ini diduga akibat dari kelalaian petugas kebersihan yang tidak maksimal menjalankan perannya.
Dugaan itu pun diperkuat dari banyaknya sampah yang menumpuk didepan rumah warga maupun di depan rumah makan di Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu yang kini menjadi keluhan warga.
Seperti di sekitaran Rumah Makan Berkarya yang berada di simpang 4 Kayuara. Dari pantauan, sampah tampak menumpuk dan mulai mengeluarkan aroma tak sedap.
Tak hanya itu, tumpukan sampah juga terpantau mulai dari simpang empat jalur tiga menuju terminal Randik Sekayu.
Sementara, informasi yang berhasil dihimpun awak media di lapangan bahwa truk pengangkut sampah tidak setiap hari beroperasi, melainkan dua hingga tiga hari.
“Pihak mobil sampah itu setiap bulan dikasih uang meski tidak banyak, kami dari pihak rumah makan ada cara dengan mereka, namun sampah itu tidak setiap hari diambilnya terkadang sampai tiga hari,” ujar Nanda (22), Pemilik Rumah Makan
“Sementara, usaha kami ini rumah makan, kalau sampah bertumpukan didepan, tentunya mengganggu usaha kami,” tambahnya dengan nada kesal.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba Oktarizal saat berusaha dikonfirmasi awak media ini melalui pesan singkat belum memberikan tanggapan, bahkan sampai berita ini di tayangkan belum juga memberikan tanggapannya. (Ulandari/tim)













Komentar