oleh

Bertahun Terdampak Banjir, SDN 8 OKU Jadi Potret Buram Pendidikan

‎OKU, JURNAL SUMATRA – Wajah pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali muram. Bukan prestasi yang menjadi sorotan, melainkan kondisi infrastruktur sekolah yang memprihatinkan dan tak kunjung tersentuh solusi. SD Negeri 8 OKU, yang berlokasi di Jalan BLL Kulon, Kelurahan Kemala Raja, kembali terendam banjir pada Senin (09/02/2026).

‎Pemandangan di lingkungan sekolah ini sungguh memilukan. Genangan air keruh menguasai halaman sekolah hingga merangsek ke akses ruang kelas. Aktivitas belajar mengajar pun terganggu. Para siswa terpaksa melepas sepatu, menggulung celana, dan menerobos air demi bisa mengikuti pelajaran.

‎Resiko penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya pun mengintai anak-anak yang seharusnya mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak. ‎Ironisnya, banjir di SDN 8 OKU bukanlah kejadian baru. Kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi rutinitas setiap kali hujan turun.

Seorang guru mengungkapkan bahwa banjir sudah menjadi pemandangan biasa, tanpa adanya perubahan berarti meski sekolah kerap dikunjungi dan disurvei oleh pihak terkait.

‎Kenyataan pahit ini juga dirasakan para siswa. Seorang murid kelas 3 mengaku sudah terbiasa mengalami banjir sejak duduk di kelas 1. Bahkan, orang tua siswa kelas 6 menyampaikan kegeramannya karena anaknya telah menghadapi kondisi serupa selama enam tahun masa sekolah.

“6 tahun berlalu tanpa solusi, apa kerja pemerintah?” ujarnya dengan nada kecewa.

‎Situasi ini menjadi cerminan lemahnya tata kelola infrastruktur pendidikan di daerah. Kenaikan jabatan dan pergantian pejabat nyatanya belum mampu menjawab persoalan mendasar di lapangan. SDN 8 OKU seakan menjadi monumen kelalaian pemerintah daerah terhadap hak dasar warga, khususnya anak-anak.

‎Masyarakat kini menuntut langkah nyata, bukan sekadar kunjungan seremonial atau janji manis. Perbaikan sistem drainase dan peninggian bangunan sekolah menjadi kebutuhan mendesak yang tak bisa lagi ditunda.

‎Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kompetensi pemangku kebijakan di Bumi Sebimbing Sekundang patut dipertanyakan.

‎Anak-anak SDN 8 OKU masih mempertaruhkan kesehatan mereka demi menuntut ilmu—sebuah realitas yang seharusnya menggugah nurani semua pihak. (Win)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed