oleh

Midang, Tradisi Lebaran Kayuagung yang Selalu Dirindukan Perantau

“Kita bersyukur kegiatan budaya kebanggaan midang morge siwe dapat terus dilaksanakan dan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan kepada leluhur.

“Kami mendorong agar kegiatan ini dikemas lebih menarik dan inovatif sehingga mampu menarik wisatawan, baik dari luar daerah maupun mancanegara. Ke depan, ini bisa menjadi agenda nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyebut midang sebagai kebanggaan masyarakat Kayuagung yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda.

“Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong kemajuan sektor pariwisata, khususnya ekonomi kreatif,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama perayaan berlangsung.

“Selamat menggelar midang morge siwe. Tetap jaga ketertiban dan keselamatan agar perayaan Lebaran semakin berkesan,” pungkasnya.

Kini, midang tidak hanya menjadi milik masyarakat Kayuagung, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang bersama bagi siapa saja untuk mengenal dan memahami kekayaan budaya lokal.

Lebih dari sekadar perayaan, midang adalah cara masyarakat Kayuagung merawat ingatan, dan bagi banyak perantau, alasan untuk selalu pulang. (Choe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed