Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Selatan H. Joncik Muhammad mengatakan, KAHMI harus mampu menjaga relevansi perannya di tengah perubahan zaman dengan terus menghadirkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan intelektualitas dalam kehidupan publik.
“KAHMI harus menjadi kekuatan intelektual yang memberi manfaat. Ketika terjadi polarisasi, KAHMI menjadi penyejuk. Ketika ada perbedaan, menjadi jembatan. Dan ketika menghadapi kebuntuan, menghadirkan solusi,” katanya.
Pelantikan kepengurusan MD KAHMI OKI periode 2026–2031 menjadi momentum mempertegas peran organisasi sebagai kekuatan intelektual yang tidak hanya mempererat jejaring alumni, tetapi juga aktif mengawal pembangunan daerah melalui pemikiran, kritik yang konstruktif, dan kolaborasi bersama pemerintah serta masyarakat.(Choe)













Komentar