LAHAT, JURNAL SUMATRA – PT Bukit Asam (PTBA), memberikan bantuan juga meluncurkan program pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat (PPM) berupa pelaksanaan pelatihan bagi 100 kepala keluarga di wilayah Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, agar bisa budidaya ayam petelur. Sehingga, kini para warga disana mulai melakukan budidaya ayam petelur skala rumahan dan komunal.
Sustainable Economic, Social dan Environment Department Head PTBA, Listati, didampingi Sustainable Community Development Section Head PTBA, Ajis Purnomo, mengungkapkan program ini menjadi bukti keseriusan PTBA dalam melakukan investasi sosial yang berkelanjutan dan menyentuh langsung ke tingkat rumah tangga.
Dikatakannya, pada tahap pertama ini PTBA memberikan 2.400 ekor ayam petelur, paket lengkap kandang skala rumahan dan kandang skala komunal, pasokan pakan ayam berkualitas, serta jaminan pendampingan intensif dari tenaga ahli profesional yang didatangkan langsung dari luar provinsi.
“Bantuan menyeluruh dari hulu ke hilir ini disiapkan agar 100 kepala keluarga penerima manfaat tersebut benar-benar siap menjadi produsen telur yang mandiri, ” ujarnya, Kamis (30/7/2026) disela pelaksanaan pelatihan di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Lahat.
Lanjutnya, seluruh paket bantuan ini telah dipersiapkan bersama mitra dengan pendekatan yang terukur, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal.
“Ini adalah program yang melibatkan multi pihak, dipersiapkan dengan sangat matang, penuh perhitungan, serta terencana di setiap tahapan, termasuk mendatangkan tenaga ahli agar pendampingan berjalan intensif,” jelasnya.
Pihaknya, menurut dia, bekerja sama dengan Rumah Kreatif Sriwijaya selaku mitra. Harapannya, paket bantuan lengkap untuk masyarakat ini menciptakan nilai baru, menambah erat hubungan PTBA bersama masyarakat Desa Sirah Pulau yang selama ini sudah terjalin sangat baik.
“Dan, kami menargetkan Desa Sirah Pulau mampu menjadi percontohan program nasional sebagai desa mandiri penghasil telur ayam metode rumahan,” tambahnya.
Disisi lain, kata dia lagi, langkah tersebut juga persiapan menuju kemandirian ekonomi pasca tambang. Karena, ketika perusahaan-perusahaan tambang ini selesai beroperasi, masyarakat harus punya solusi keberlanjutan hidup melalui ekonomi baru.
“Kita optimis program ini akan menjadi solusi ekonomi baru bagi warga. Kegiatan ini juga turut diawasi Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) selaku perpanjangan tangan pemerintah dalam mendukung program strategis PTBA,” tandasnya.










Komentar