Muchendi berharap sekolah tersebut kelak melahirkan generasi yang mampu mengubah kehidupan keluarganya. Ia menyebut para siswa dapat tumbuh menjadi guru, pengusaha, anggota TNI dan Polri, hingga pemimpin daerah.
“Dari sini nanti muncul orang-orang yang bisa menjadi guru, pengusaha, TNI, Polri. Kami yakin di sini juga ada yang suatu hari bisa memimpin Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ujarnya.
Devi mengatakan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI ditargetkan berkembang menjadi sekolah unggulan sekaligus rujukan pendidikan berasrama di OKI. Sekolah itu, kata dia, akan mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga karakter dan potensi siswa.
“Saya berkomitmen membagikan praktik-praktik baik dan menjadikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI sebagai salah satu sekolah terbaik, sekolah unggulan dan rujukan sekolah berasrama yang memberikan layanan pendidikan bermutu,” kata Devi.
Menurut Devi, penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten OKI, Dinas Sosial, PLN, PDAM, hingga Dinas Kesehatan terlibat dalam mendukung program tersebut.
“Program ini adalah mandat besar Presiden Prabowo untuk memuliakan masyarakat yang tidak mampu melalui pendidikan berasrama yang bermutu. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kehadiran dan komitmen semua sektor untuk membesarkan, merawat, dan menyukseskan Sekolah Rakyat,” ujar Devi.
Perwakilan Kementerian Sosial, Feri Aprianto, meminta para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan pendidikan yang mereka dapatkan. Ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar para siswa menghargai kerja keras berbagai pihak yang telah memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
“Belajar, belajar, belajar. Yang dilakukan hari ini akan menentukan masa depan kalian,” kata Feri. (Choe)













Komentar