Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab OKI bersama OPD dan instansi terkait akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan tim satgas Mabes TNI, terutama terkait pembentukan Kodal Ops penanggulangan karhutla serta pelatihan penanggulangan karhutla bagi MPA dan masyarakat.
Sementara itu, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla yang terjadi di wilayah OKI.
“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi dan koordinasi seluruh instansi. Dengan adanya Kodal Ops yang jelas, koordinasi di lapangan dapat berjalan lebih efektif, sehingga setiap kejadian Karhutla dapat segera direspons dan ditangani secara cepat,” ungkap Dandim.
Dalam audiensi tersebut, masing-masing OPD turut menyampaikan tanggapan dan masukan sesuai dengan tugas serta bidangnya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Pembahasan juga menekankan perlunya Kodal Ops penanggulangan karhutla sebagai salah satu upaya memperkuat komando, pengendalian, koordinasi dan respons terhadap kejadian Karhutla di wilayah Kabupaten OKI.
Pemkab OKI selanjutnya akan menindaklanjuti saran dan masukan dari tim satgas penyuluhan karhutla Mabes TNI, khususnya dalam pembentukan Kodal Ops serta peningkatan kemampuan melalui pelatihan penanggulangan Karhutla bagi MPA dan masyarakat.
Melalui audiensi tersebut, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, BPBD, OPD terkait, MPA dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla yang cepat, terpadu dan berkelanjutan di Kabupaten OKI.(Choe)













Komentar