Lanjut diterangkannya pihaknya sudah bersurat di tahun 2021 di bulan Maret, yang utamanya saran Pak Rusli serahkan aja dulu yang Tungkal Jaya, Kalau memang dia mau, itu ada 16.000 ribu pelanggan.Kita sudah bersurat resmi artinya hubungan kami dengan PLN sangat baik, artinya kalaupun ada isu ingin peralihan dari pelanggan MEP kepada PLN itu bukan hal yang baru untuk kami ataupun untuk manajemen serta Staf keluarga besar PT MEP.
“Kami sangat mendukung penuh, intinya juga selama itu untuk masalah orang banyak kami siap. karena kami terus terang hanya mengelola map ini mencoba semaksimal mungkin, untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan, kalau misalkan PLN dapat memberikan pelayanan yang bisa lebih daripada MEP ya kenapa tidak, ini suatu terobosan yang sangat baik yang perlu dilakukan oleh Pemda.
Namun kami berdua sudah komitmen agar tidak terjadi tuntutan hukum di kemudian hari, kami harus berhati-hati. Cara pengambil alihannya harus resmi, cara kita mengembalikannya bukan kepada Pemda, kami harus mengembalikannya kepada Petro karena pemilik saham ini Petro bukan Pemda. Pemda itu hanya aset yang tercatat saja, aset ini aset yang sudah dipisahkan kepada Petro, Petro menyerahkannya kepada MEP ini adalah 100% swasta murni bukan BUMD yang BUMD itu Petro,”terangnya.
Jadi pendekatannya pun, dikatakan Augie secara pendekatan hukum adalah pendekatan perseroan. Kita sudah selalu berkomunikasi dengan pak Rusli, kita hantarkan Pemkab Muba agar menyerahkan dengan PLN ini dapat berjalan dengan baik. “Itulah tupoksi kami berdua yang ada di sini. Kita sudah sampaikan apa saja yang terlibat yang ada di MEP, investor mana saja yang sudah terlibat di MEP sudah kita sampaikan seluruhnya agar segera ditindaklanjuti oleh Petro,” imbuhnya.
“Petro harus berkomunikasi dengan Pemda bahwa nanti MEP harus disampaikan seluruhnya. Kami sedang menunggu saja keputusan dari Pemkab mau dibawa kemana, intinya untuk mengambil pengalihan atau mengalihkan pelanggan MEP kepada PLN, intinya kami support penuh keinginan Pemkab Muba,”pungkasnya. (Rafik Elyas/ril)













Komentar