oleh

Gabungan Ormas dan Aktivis Bakal Demo Terkait Tongkang Angkutan Batubara

MUBA, JURNAL SUMATRA – Gabungan ormas dan aktivis bakal melakukan aksi demontrasi terkait beroperasinya tongkang angkutan batubara di Sungai Musi. Aksi tersebut akan digelar Rabu (14/1/2026) didepan kantor Bupati Muba dan Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin.

Perihal rencana unjuk rasa tersebut, diungkapkan Sujarnik bersama Fitriandi dari Lembaga Aspirasi Nusantara (LAN) yang akan mengomandoi aksi , saat dikonfirmasi awak media, Senin (12/1/2026).

Dalam aksi tersebut, menurut dia, pihaknya meminta ketegasan Pemkab dan Dinas Perhubungan Muba untuk menyetop angkutan tongkang batubara yang ditenggarai belum memiliki sejumlah perizinan untuk melakukan aktivitas.

“Kami meminta Pemkab dan Dishub Muba menyetop aktifitas tersebut karena belum mengantongi izin alias ilegal ” kata Sujarnik.

Fitriandi menambahkan, selain meminta Pemkab Muba untuk menunda atau stop sementara aktivitas angkutan tongkang batubara yang melintas di Sungai Musi, pihaknya juga meminta penjelasan dari instansi terkait, dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait kelengkapan dokumen izin terminal khusus milik PT. Astaka Dodoldi Desa Air ltam Kecamatan Sanga Desa.

“Kami juga meminta Pemkab Muba untuk melakukan croscek lapangan guna memastikan dokumen perizinan yang di miliki Jalan Holing, PT. Astaka Dodol serta rekanan (Armada tongkang) termasuk dokumen amdal terminal khusus PT. Astaka Dodol,” tambahnya.

Diwartakan sebelumnya, diduga belum mengantongi izin, tongkang bermuatan batubara terlihat melintas di Sungai Musi, Sabtu (10/1/2026). Sejumlah warga dan aktifis mengaku kawatir jika hal ini dibiarkan akan menimbulkan berbagai dampak sosial dan kemasyarakatan.

Kekhawatiran tersebut bukanlah omong kosong belaka, warga kawatir jika terjadi insiden seperti menabrak dan merubuhkan jembatan seperti halnya yang terjadi di sungai lalan, pihak yang paling dirugikan adalah masyarakat.

“Bagaimana kalau jembatan kita nanti ditabrak dan perusahaan tidak bertanggung jawab, toh yang terganggu dan dirugikan adalah kami sebagai masyarakat, ” kata Yus salah satu warga Kota Sekayu, Minggu (11/1/2026).

Sementara Sujarnik salah satu aktivis penggiat lingkungan menyayangkan ada angkutan tongkang batubara yang berlayar di sungai Musi. Karena menurut dia, Sungai Musi dimulai dari jembatan Ampera Palembang ke arah hulu bukanlah alur pelayaran. Karena itu pihaknya mempertanyakan siapa yang memberi izin sehingga perusahaan pelayaran batubara bisa berlayar dalam rute tersebut.

“Kami minta pemerintah daerah tegas dalam hal ini, kalau tidak kami dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi demontrasi mempertanyakan izin pelayaran batubara tersebut,” kata Sujarnik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed