Problem dalam penanganan kasus ini, kata Laili Nur Anisah, para korban dan keluarganya tidak bersedia untuk membuka masalahnya ke publik atau melaporkan ke aparat penegak hukum. “Karena kasus itu dianggap sebagai aib dan harus dirahasiakan,” paparnya. Kasus kekerasan rumah tangga dikategorikan wilayah publik didasarkan adanya perundangan yang mengatur tentang ancaman dan sanksi pidana penjara 5 tahun ke atas untuk kekerasan fisik, 3 tahun ke atas untuk kekerasan psikis, 5 tahun ke atas untuk kekerasan seksual dan 3 tahun ke atas untuk penelantaran rumah tangga. Dia berharap, warga dan perangkat desa bisa memahami penjelasannya. Dan mereka komitmen untuk menekan terjadinya kasus kekerasan dan menangani secepatnya apabila terjadi kekerasan rumah tangga. (Affan)
Kekerasan Domestik Tak Diproses Hukum Halaman 2
Kekerasan Domestik Tak Diproses Hukum

News Feed
MA-Mujiaman tunggu panggilan sidang gugatan Pilkada Surabaya di MK
Nasional|Senin, 4 Januari 2021, 10:56
Surabaya, jurnalsumatra.com – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Mujiaman (Maju) menunggu hasil sidang gugatan sengketa Baca Selengkapnya
Ribuan tenaga kesehatan di Boyolali divaksin tahap pertama
Nasional|Senin, 4 Januari 2021, 10:53
Boyolali, jurnalsumatra.com – Ribuan tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan COVID-19 di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bakal divaksin tahap Baca Selengkapnya
Morowali hadapi gempa
Nasional|Senin, 4 Januari 2021, 10:53
Palu, jurnalsumatra.com – Gempa dengan magnitudo 4,9 terjadi di wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Senin pukul 03.13 WITA menurut Badan Meteorologi, Baca Selengkapnya
Jambi terima 20.000 dosis vaksin COVID-19
Nasional|Senin, 4 Januari 2021, 10:52
Jambi, jurnalsumatra.com – Provinsi Jambi menerima 20.000 dosis vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat dalam distribusi vaksin tahap pertama pada Senin. Juru Bicara Baca Selengkapnya
Riset I2: Tri Rismaharini wali kota terpegah dalam isu COVID-19
Nasional|Senin, 4 Januari 2021, 10:49
Jakarta, jurnalsumatra.com – Hasil riset Indonesia Indicator (I2) menyebutkan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai wali kota terpegah (top person) dan Baca Selengkapnya












Komentar