“Kami setelah kejadian langsung dimediasi, dan saya selaku keluarga pasien sudah meminta maaf. Saya akui pada saat itu emosi, tetapi kami terkejut mengapa video itu diviralkan di media sosial seolah-olah melakukan kekerasan kepada dokter,” pungkasnya.
Drg. Dina Krisnawati, M.Kes. selaku Plt. Direktur RSUD menyampaikan bahwa rumah sakit ini sudah komitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik sesuai standar profesi, SOP, serta etika kedokteran yang berlaku. Keselamatan pasien adalah prioritas utama, termasuk tenaga kesehatan dan tenaga medis.
“Saya sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpa dr.Syafpri dalam menjalankan tugasnya dalam layanan kesehatan, semoga tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini lagi ” tutup drg. Dina. (Rafik Elyas/ril)













Komentar