oleh

Warga Tanjung Raye Protes, Diduga Pembagian Bantuan Ketahanan Pangan Banyak Diterima Keluarga Kades dan Perangkat

LAHAT, JURNAL SUMATRA – Sungguh terlalu perilaku oknum kepala desa (Kades) Tanjung Raye Kecamatan Pseksu Kabupaten Lahat. Pasalnya, dari 68 orang warganya, ada sekitar 38 orang tidak menerima bantuan tersebut.

Padahal, dari data bantuan ketahanan pangan yang dikucurkan oleh Bulog Kabupaten Lahat, untuk 68 warga desa tersebut. Tetapi diduga Kades berdalih bantuan tidak diberikan karena tumpang tindih.

“Benar, selama dua hari ini kami protes kekantor Camat, terkait perilaku Oknum Kades Tanjung Raye yang tidak berikan hak kami,” ungkap Nurhayani (47) warga Desa Tanjung Raye. Selasa (2/12/2025).

Mirisnya dijelaskan Nurhayani, saat ditanya dengan oknum Kades, berdalih tumpang tindih. Padahal, jelas berdasarkan data dari Bulog bantuan berupa beras 20 kilogram dan minyak 4 liter tersebut, untuk dibagikan kepada warga Desa Tanjung Raye.

“Awalnya untuk mengambil bantuan tersebut, melalui Barcode, sama yang diterapkan oleh desa-desa tetangga seperti Lubuk Mabar, Batu Niding dan desa lainnya di Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat,” ujarnya.

Parahnya, diakui Nurhayani, bantuan yang diberikan oleh Bulog Lahat melalui program ketahanan pangan, dari 68 orang hanya berkisar 30 warga yang menerima bantuan tersebut. Diduga, selebihnya diberikan kepada keluarga Kades, maupun perangkat desa.

Terpisah, Kapolsek Pseksu IPDA Zulkarnain SH, MH membenarkan, bahwa adanya bantuan ketahanan pangan dari Bulog Kabupaten Lahat, untuk 68 orang warga Desa Tanjung Raye.

“Dan, selama dua hari ini puluhan warga yang tidak mendapatkan bantuan ketahanan pangan melakukan aksi protes kekantor Camat, dengan harapan bisa diberikan hak mereka berdasarkan data yang diberikan oleh Bulog Lahat,” ujar Kapolsek Pseksu.

Harapan dari kita, ditegaskan Zulkarnain, bantuan tersebut dikucurkan per/6 bulan sekali. Sementara, hasil dari mediasi dikantor Camat, bantuan yang ada belum bisa diberikan kepada atas nama-nama yang terdata dari Bulog Lahat.

“Kita berharap dalam pembagian bantuan bersumber dari Bulog Lahat tidak sampai ribut, apalagi sampai saling ancam. Oleh karenanya, kita hadir di pembagian bantuan ini,” ujarnya.

Hasil dari mediasi dikantor Camat, dikatakan Kapolsek Pseksu, oknum Kades Tanjung Raye meminta waktu selama dua hari kedepan untuk mengucurkan bantuan tersebut, kepada warga yang belum menerima.

“Kalau berdasarkan data bantuan ketahanan pangan dari Bulog tersebut, untuk Desa Tanjung Raye ada 68 warga yang menerima. Namun, sampai saat ini, baru hanya 20 – 30 warga yang baru menerima bantuan dari Bulog Lahat ini,” terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed