LAHAT, JURNAL SUMATRA – Tiga desa yakni Beringin Jaya Kecamatan Kikim Selatan, Tanjung Baru Kecamatan Kikim Tengah, dan Jajaran Lama Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat dapatkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sawit Mas Sejahtera (SMS).
Camat Kikim Tengah, Nazaruddin SE, MM membenarkan, bahwasannya ada tiga desa di Kecamatan Kikim Area mendapatkan bantuan program CSR PT SMS berupa bibit ikan lele.
“Ada sebanyak 5000 ekor bibit ikan lele yang dikucurkan oleh PT SMS, dengan menggunakan media kolam terpal bioflok yang dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah desa (Pemdes),” ujar Nazaruddin, pada Jum’at (23/01/2026).
Ia menyebutkan, dengan adanya bantuan CSR tersebut akan ikut menyukseskan program pemerintah yakni ketahanan pangan, notabene apabila setelah panen dapat dibagikan kepada masyarakat ataupun dijual.
“Ini nantinya dikelola masing-masing Pemdes dan dapat dibelikan kembali bibit ikan. Sehingga bisa dikembangkan sedemikian rupa, guna mencukupi kebutuhan akan protein terutama sekali anak-anak usia produktif,” katanya.
Karena dengan mengkonsumsi ikan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan otak serta tubuh, efek yang diberikan adalah anak-anak dapat fokus dalam pelajaran di sekolah.
“Untuk itu, diharapkan tidak hanya satu desa saja melainkan 8 lagi dapat mengikuti jejak, secara tidak langsung membuat kebutuhan akan ikan tercukupi tanpa harus membeli dari pasar lagi,” harap Camat.
Selan itu, ditegaskan Nazaruddin, hal ini tentu saja akan memberikan pendapatan tambahan, apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan guna terus memajukan pedesaan kedepannya.
“Dari awalnya kecil inilah akan menciptakan sesuatu yang besar dan terus bertambah, tinggal bagaimana kita mengelola sebaik mungkin sehingga mampu mendorong roda perekonomian rakyat,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Tanjung Baru, Markosi mengatakan, atas nama Pemdes mengucapkan terima kasih atas bantuan CSR PT SMS yang telah berikan bibit ikan agar dapat dibudidayakan hingga panen.
“Ikan-ikan ini nantinya akan terus dikembangkan untuk meningkatkan produktifitas. Dengan begitu, akan selalu menjadi momentum penting bagi masyarakat utamanya pemerintahan setempat,” ucapnya.
Insyaallah, dengan bantuan ini, kata Markosi, dirinya akan mengelola bibit ikan tersebut secara berkesinambungan dan berkelanjutan, memutar bibit ikan ini dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi, dengan dijual ke pasar maupun dikonsumsi.
“Dengan terus mengembangkan potensi seoptimal, bantuan baik dari perusahaan ataupun pemerintah untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (D1N)













Komentar