MURATARA, JURNAL SUMATRA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai salah satu program unggulan pemerintah pusat kini menuai sorotan publik. Sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas dan pengawasan makanan yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar. Selasa (11/2/2026).
Sorotan tersebut mencuat setelah beredarnya video di media sosial milik Muhammad Hadi berdurasi lebih dari satu menit. Dalam video itu, terlihat nasi dan lauk yang diduga dibagikan kepada siswa SD Negeri 01 Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dalam kondisi berjamur dan diduga sudah basi.
Muhammad Hadi dalam video tersebut menyampaikan kekecewaannya atas kondisi makanan yang diterima anaknya. Ia menilai, jika benar makanan tersebut dikonsumsi siswa, hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan berpotensi menimbulkan gangguan serius.
“Kalau makanan seperti ini dimakan anak-anak, bisa jadi mesin pembunuh,” ujar M. Hadi dalam video yang beredar.
Ia juga mempertanyakan sistem pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, perlu ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Di mana pengawasannya? Apakah ini unsur kelalaian atau memang ada unsur kesengajaan?” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pengelola Program Makan Bergizi Gratis terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan dan memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar layak konsumsi.
Program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah. Namun, jika pengawasan dan distribusi tidak dilakukan secara ketat, program yang baik bisa berubah menjadi ancaman bagi generasi penerus bangsa.(AkaZzz)













Komentar