oleh

Irjen Pol Sandi Nugroho Tegaskan: Kelalaian Administrasi Akar Masalah Besar Organisasi, Satker Wajib Berbenah

PALEMBANG, JURNAL SUMATRA -Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat tata kelola organisasi berbasis akuntabilitas dan profesionalisme melalui forum analisa dan evaluasi (anev) kinerja yang digelar secara rutin. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional Polri dalam membangun institusi yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan anev kinerja melalui mekanisme coffee morning bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), Rabu (1/4/2026), di Ruang Transit Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., serta seluruh PJU Polda Sumsel.

Forum ini dirancang sebagai instrumen kontrol manajerial sekaligus ruang konsolidasi internal guna memastikan setiap satuan kerja (satker) mampu menjalankan tugas secara terukur, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa setiap satker wajib memiliki kesiapan data yang akurat, mutakhir, dan terverifikasi sebagai dasar pengambilan kebijakan pimpinan. Melalui paparan berkala yang dilakukan langsung oleh para PJU, setiap unit kerja dituntut memahami secara menyeluruh capaian kinerja, penggunaan anggaran, hingga kendala yang dihadapi di lapangan.

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan internal, tetapi juga mendorong budaya kerja yang transparan dan berbasis evidensi, selaras dengan arah kebijakan Polri dalam penguatan sistem manajemen kinerja.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel memberikan penekanan kuat terhadap pentingnya tertib administrasi dan pengelolaan keuangan. Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan besar dalam organisasi sering kali berawal dari kelalaian kecil dalam administrasi yang tidak ditangani secara serius.

Menurutnya, kemampuan teknis di lapangan harus berjalan seiring dengan ketertiban administrasi. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun kinerja institusi yang berkelanjutan.

Kapolda Sumsel juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk meninggalkan pola kerja yang bersifat rutinitas tanpa arah yang jelas. Ia mendorong setiap satker untuk mengedepankan perencanaan yang matang, terstruktur, dan terukur mulai dari agenda harian hingga program strategis tahunan.

Dengan perencanaan yang jelas dan evaluasi yang konsisten, setiap kegiatan diharapkan memiliki output dan outcome yang dapat diukur serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Forum coffee morning anev ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat fondasi organisasi Polda Sumsel. Secara internal, kegiatan ini membangun budaya disiplin, transparansi, dan kesiapsiagaan pimpinan dalam mengelola kinerja satker.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed