Sementara itu, secara eksternal, tata kelola yang tertib dan akuntabel menjadi jaminan bahwa setiap program dan anggaran yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Polda Sumsel dalam mendukung program transformasi Polri Presisi yang menempatkan profesionalisme dan akuntabilitas sebagai pilar utama kepercayaan publik.
“Administrasi yang buruk adalah awal dari masalah besar. Saya minta seluruh PJU dan Satker memastikan setiap data, laporan, dan pertanggungjawaban keuangan tertata dengan benar. Kita tidak boleh bekerja sekadar rutinitas — setiap langkah harus terencana, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa forum anev ini merupakan bagian dari penguatan budaya kerja profesional di lingkungan Polda Sumsel.
“Kapolda memastikan bahwa profesionalisme dibangun dari dalam mulai dari administrasi yang tertib, perencanaan yang matang, hingga pelaporan yang akurat. Forum ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat,” ujar Nandang.
Kegiatan coffee morning anev kinerja yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel ini menegaskan arah transformasi Polda Sumatera Selatan menuju institusi yang modern, profesional, dan akuntabel.
Melalui mekanisme evaluasi yang konsisten dan berbasis data, Polda Sumsel memastikan setiap satuan kerja mampu memberikan kinerja terbaik, tidak hanya secara administratif, tetapi juga dalam memberikan pelayanan nyata bagi masyarakat. (Choe)













Komentar