Sebelumnya, Selasa (14/7/2027), Nopran Marjani mengungkap adanya perbedaan mencolok antara laporan Dinas Perikanan dengan kondisi nyata di lapangan, pada program budidaya ikan di Desa Penandingan, Kecamatan Mulak Sebingkai.
Dalam laporan Dinas Perikanan, ada sebanyak 500.000 ekor bibit ikan telah direalisasikan. Namun berdasarkan temuan di lapangan, jumlah bibit yang ada, disebut hanya sekitar 260.000 ekor. Tak hanya itu, persoalan juga ditemukan pada bantuan pakan ikan. Dari total 76 ton pakan yang disalurkan kepada kelompok tani, hanya sekitar 24 ton yang dimanfaatkan, sedangkan 52 ton lainnya masih menumpuk di gudang.
Menurut Nopran, kondisi tersebut sangat memprihatinkan, karena pakan ikan miliki masa simpan sekitar delapan bulan sejak diproduksi. Jika terlalu lama tidak digunakan, kualitas pakan dikhawatirkan menurun, sehingga tidak lagi berikan manfaat maksimal bagi pembudidaya ikan.
“Ini bukti, bahwa pelaksanaan program tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Nopran juga menyebut, ketidaksesuaian jumlah bibit dan penumpukan pakan, kelompok tani juga mengeluhkan minimnya pendampingan dari Dinas Perikanan. Sejumlah kelompok tani mengaku, harus menjalankan budidaya ikan tanpa pembinaan dan pelatihan yang memadai, sehingga mengalami berbagai kendala.
“Inilah namanya gagal total. Saya pinta Bupati Lahat segera lakukan evaluasi menyeluruh terhadap OPD terkait, agar anggaran yang dikucurkan benar dimanfaatkan secara efektif, transparan, tepat sasaran, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Nopran.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perikanan Lahat, Maruli belum bisa dikonfirmasi, hingga berita ini diturunkan. (D1N)













Komentar