oleh

Malam Mencekam di Noman Baru! Tiga Ruang Kelas Madrasah Ludes Dilalap Api, Asal-Usul Si Jago Merah Masih Misterius

MURATARA, JURNAL SUMATRA – Suasana malam yang semula sunyi mendadak berubah menjadi kepanikan. Saat sebagian besar warga tengah terlelap, kobaran api tiba-tiba melahap bangunan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhoriah di Dusun III, Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dalam peristiwa yang terjadi pada dini hari tersebut, tiga ruang belajar beserta seluruh isinya ludes terbakar hingga rata dengan tanah. Api baru diketahui warga sekitar pukul 02.45 WIB, ketika kobaran sudah membesar dan terlihat dari bagian atas bangunan.

Kepala Desa Noman Baru melalui Sekretaris Desa, Endar, saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (14/09/2026), mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan api pertama kali muncul.

Menurutnya, warga baru menyadari adanya kebakaran setelah kondisi api sudah cukup besar.

“Kami tidak tahu pasti mulai terbakar pukul berapa. Warga baru mengetahui sekitar pukul 02.45 WIB, api sudah besar dari bagian atas gedung,” ujar Endar.

Kondisi bangunan yang berada di kawasan cukup padat penduduk membuat situasi semakin mencekam. Warga pun langsung bergerak secara spontan, berjibaku memadamkan kobaran api dengan peralatan yang tersedia.

Upaya tersebut dilakukan bukan hanya untuk menyelamatkan bangunan madrasah, tetapi juga untuk mencegah api merembet ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

“Warga saling bekerja sama memadamkan api agar tidak merembet ke rumah warga, karena lokasi kejadian cukup padat penduduk,” lanjut Endar.

Asal Titik Api Masih Misteri.

Hingga berita ini diturunkan, asal titik api dan penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Aparat penegak hukum (APH) disebut masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan tiga ruang belajar tersebut.

Belum ada kesimpulan apakah kebakaran disebabkan korsleting listrik, faktor lain, maupun penyebab lainnya. Karena itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.

Peristiwa ini menjadi pukulan bagi aktivitas pendidikan keagamaan di Desa Noman Baru. Tiga ruang belajar yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengaji dan pendidikan diniyah kini tinggal menyisakan puing-puing akibat amukan si jago merah.(AkazZz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed