Problem dalam penanganan kasus ini, kata Laili Nur Anisah, para korban dan keluarganya tidak bersedia untuk membuka masalahnya ke publik atau melaporkan ke aparat penegak hukum. “Karena kasus itu dianggap sebagai aib dan harus dirahasiakan,” paparnya. Kasus kekerasan rumah tangga dikategorikan wilayah publik didasarkan adanya perundangan yang mengatur tentang ancaman dan sanksi pidana penjara 5 tahun ke atas untuk kekerasan fisik, 3 tahun ke atas untuk kekerasan psikis, 5 tahun ke atas untuk kekerasan seksual dan 3 tahun ke atas untuk penelantaran rumah tangga. Dia berharap, warga dan perangkat desa bisa memahami penjelasannya. Dan mereka komitmen untuk menekan terjadinya kasus kekerasan dan menangani secepatnya apabila terjadi kekerasan rumah tangga. (Affan)
Kekerasan Domestik Tak Diproses Hukum Halaman 2
Kekerasan Domestik Tak Diproses Hukum

News Feed
128 pasien COVID-19 di Bangka masih jalani karantina dan perawatan
Nasional|Sabtu, 2 Januari 2021, 11:27
Sungailiat, Bangka, jurnalsumatra.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungailiat mengatakan bahwa hingga Sabtu masih ada Baca Selengkapnya
BMKG: Cuaca ekstrem di Kepri terjadi hingga 3 Januari
Nasional|Sabtu, 2 Januari 2021, 11:27
Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kota Tanjungpinang menyatakan cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Kepulauan Riau berpotensi terjadi mulai 1 Baca Selengkapnya
Ganjar: Habib Ja’far selalu beri ketenangan dan penuh simbol
Nasional|Sabtu, 2 Januari 2021, 11:25
Semarang, jurnalsumatra.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa almarhum Habib Ja’far Al Kaff merupakan sosok ulama karimastik yang selalu memberi Baca Selengkapnya
Optimalkan pemanfaatan lahan pekarangan demi ketahanan pangan
Nasional|Sabtu, 2 Januari 2021, 11:24
Semarang, jurnalsumatra.com – Pada musim hujan di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini adalah saat yang tepat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan Baca Selengkapnya
Pegiat: Normalisasi sungai harus melalui gerakan 3M
Nasional|Sabtu, 2 Januari 2021, 11:23
Samarinda, jurnalsumatra.com – Pegiat Sungai Karang Mumus Samarinda Provinsi Kalimantan Timur menyatakan normalisasi sungai untuk menghasilkan sumber air yang bersih dan berkualitas Baca Selengkapnya












Komentar