LAHAT, JURNAL SUMATRA – Sebagai langkah antisipasi guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Di ruang rapat Mapolres Lahat digelar rapat koordinasi bersama instansi terkait dalam lingkungan Pemkab Lahat, pada Selasa (6/1/2026)
Tujuan Rakor ini, membahas rencana pengamanan aksi unjuk rasa yang bakal dilakukan oleh masyarakat Desa Pertikal Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat.
Rakor langsung dipimpin Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK., MIK diwakili Waka Polres Kompol Liswan Nurhapis SH, dan didampingi Kabag Ops Kompol Toni Arman SH, M,Si, Pasi Ops Kodim 0405/Lahat.
Turut hadir Kasat Pol PP Herry Kurniawan S.STP., M,Si Lahat, perwakilan DLLAJR, Badan Pertanahan Negara (BPN) Lahat, Dinas Perkebunan, perwakilan pihak perusahaan kebun sawit, dan instansi terkait lainnya.
“Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta meningkatkan sinergi antar instansi terkait dalam menghadapi rencana Unras yang akan dilaksanakan masyarakat Desa Pertikal,” ungkap Waka Polres Lahat Kompol Liswan Nurhapis SH.
Waka Polres Lahat juga menyampaikan, rencana pola pengamanan yang mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, dengan tetap mengacu pada prosedur yang berlaku.
“Kepolisian saat pengamanan akan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, penjagaan objek vital, serta pengawalan jalannya aksi agar dapat berlangsung secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum,” tandas dia.
Diharapkan juga, lanjut dia, pemerintah kecamatan dan desa turut berperan aktif dalam melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat serta perwakilan peserta aksi.
“Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya provokasi, kesalahpahaman, maupun tindakan yang dapat merugikan semua pihak. Seluruh unsur sepakat untuk mengedepankan dialog dan musyawarah sebagai solusi utama,” tutur dia.
Jelas dia, masyarakat Desa Pertikal melaksanakan aksi untuk menuntut pihak perusahaan tentang izin penggunaan lahan, yang mana terhitung 01 Januari 2026 sudah habis masanya dan lahan harus dikembalikan kepada masyarakat.
“Makasih itu, dalam pertemuan ini dibahas secara menyeluruh terkait latar belakang rencana aksi, estimasi jumlah massa, lokasi kegiatan, serta potensi kerawanan yang mungkin timbul selama pelaksanaan aksi,” terang dia.
Melalui rapat koordinasi ini, tambah dia, diharapkan seluruh pihak memiliki kesiapan matang untuk menghadapi aksi unjuk rasa masyarakat Desa Pertikal.
“Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik, pelaksanaan aksi dapat berjalan aman, tertib, dan damai, serta situasi kamtibmas di wilayah Kikim Timur tetap terjaga dengan baik,” pungkas dia. (D1N)













Komentar