MURATARA, JURNAL SUMATRA – Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik menyusul beredarnya sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang guru diduga dikeroyok oleh muridnya di SMK Negeri 03 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut menuai keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan. Senin (19/01/26)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, Zazili, S.Sos, menanggapi serius kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah terjadi kasus serupa di wilayah Kabupaten Muratara.
Meski demikian, pihaknya tetap menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari.
“Walaupun kejadian itu tidak terjadi di Kabupaten Muratara, kami tetap memberikan penegasan kepada seluruh satuan pendidikan, baik kepada guru maupun peserta didik, agar selalu menjaga etika, disiplin, dan saling menghormati di lingkungan sekolah,” ujar Zazili.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Muratara akan melakukan langkah mitigasi dengan memperkuat peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) atau guru konseling di sekolah-sekolah.
Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dan menangani sejak dini permasalahan yang dialami oleh siswa, baik masalah pribadi, keluarga, maupun pergaulan di lingkungan sekolah.
“Intinya, kami akan memitigasi dan mengoptimalkan peran guru-guru BK atau guru konseling terkait anak-anak sekolah yang memiliki permasalahan di sekolah, agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” jelasnya.
Terakhir, Kadisdik Muratara berharap agar seluruh guru dan siswa di Kabupaten Muratara dapat menjadikan dunia pendidikan sebagai ruang yang aman, nyaman, dan beretika.
Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga marwah pendidikan serta menumbuhkan sikap saling menghargai demi terciptanya proses belajar mengajar yang kondusif dan bermartabat. (AkaZzz)













Komentar