OKI, JURNAL SUMATRA – Entah bermula dari mana, isu tentang dugaan peristiwa tak senonoh terhadap para santri disebuah pondok pesantren di wilayah C3 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tiba-tiba menyebar luas. Isu tersebut bahkan menjadi perbincangan di aplikasi WhatsApp, terlebih disebutkan adanya satu santriwati yang hamil.
Bahkan, desas-desus terkait isu yang belum diketahui kebenarannya itu menyebutkan bahwa peristiwa tersebut menyebabkan puluhan korban, dengan salah satunya dikabarkan hamil akibat ulah pimpinan ponpes. Isu tersebut kemudian menyebar di media sosial Facebook hingga viral pada Selasa (27/1/2026) siang.
Menyikapi adanya isu viral tersebut, Polres OKI melalui Kapolsek Mesuji AKP Sairoji SH bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya ditemukan lokasi yang dimaksud, yakni Pondok Pesantren (Ponpes) Mukhtar Syafa’at yang berada di Desa Sukamukti (C3), Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI.
Hasil koordinasi kemudian dilanjutkan dengan mengadakan pertemuan antara pengurus yayasan ponpes dengan orang tua santri dan santriwati. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa isu yang merebak seakan menyebut adanya peristiwa asusila ternyata tidak benar atau hoaks. Faktanya, hanya terdapat mantan santriwati yang telah dinikahi pimpinan ponpes, Ustadz Dr. M. Abdul Fattah, S.Q M.Pd.
“Ya, tadi digelar pertemuan antara pengurus yayasan ponpes dengan wali santri dan santriwati. Tidak ada korban maupun yang hamil. Ustadz M. Abdul Fattah memang telah menikah dengan mantan santrinya,” ujar Kapolsek Mesuji AKP Sairoji SH saat dikonfirmasi pada Selasa (27/1/2026) sore.
Tambah Kapolsek, besok akan dilaksanakan pertemuan lanjutan dengan pengurus dan forum kecamatan untuk klarifikasi lebih lanjut. Rencana pertemuan tersebut akan dilaksanakan di Kantor Camat Mesuji.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mukhtar Syafa’at, Desa Sukamukti, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ustadzah Badriyah, memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan seorang santri hamil dan menyeret nama pengasuh ponpes, Ustadz M. Abdul Fattah.
Dalam pernyataan yang juga diunggah di media sosial, Ustadzah Badriyah menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia mengaku terkejut saat kembali dari Palembang dan mendapati sejumlah wali santri datang ke pesantren untuk membawa pulang anak-anak mereka akibat terpengaruh pemberitaan di media sosial.
“Begitu saya sampai, sebagian besar santri sudah pulang. Ada yang masih tinggal, namun umumnya wali santri memilih membawa anaknya karena terpengaruh kabar di media sosial,” ujar Ustadzah Badriyah.













Komentar